Sabtu, 09 Juni 2012

''RANCANGAN TUHAN''

Israel sejak awal di tetapkan sebagai bangsa pilihan Tuhan, umat kesayangan-Nya.
Sebagai umat kesayangan-Nya, tentu Tuhan senantiasa memelihara dan merancangkan
hal-hal baik yang mendatangkan damai sejahtera bagi mereka,bukan? tetapi karena
kebebalan suku Yehuda, salah satu keturunan Israel, yang tidak mau bertobat, maka
mereka di ijinkan Tuhan mengalami pembuangan di Babel dan menjadi budak
Nebukadnezar selama tujuh puluh tahun lamanya (Yeremia 25:8-11).
Oleh karena Tuhan adalah Maha Kasih, maka sekalipun dalam pembuangan Tuhan
tetap memperhatikan umat-Nya. Ia mengutus Yeremia, nabi-Nya, untuk menegaskan
janji-Nya bahwa sesungguhnya Ia tidak pernah merancangkan kecelakaan bagi
umat-Nya, sebaliknya Ia merancangkan damai sejahtera dan hari depan yang penuh
harapan bagi umat-nya (Yeremia 29:11).
       Saudaraku, sesungguhnya sejak awal Tuhan menciptakan dunia dan segal isinya,
termasuk manusia yang paling di pandang istimewa di antara ciptaan-Nya yang lain,
Tuhan berkata bahwa 'sungguh amat baik' (Kejadian 1:31).
Jika Tuhan berkata 'sungguh amat baik' berati itu sempurna. Dari sini kita melihat
bahwa sejak awal Tuhan merancangkan yang baik bagi ciptaan-Nya. demikian juga
dengan kita, anak-anak-Nya. Tuhan tidak merancangkan pernikahan kita berakhir
dengan perceraian, yang Ia tetapkan ialah keutuhan, persatuan selamanya sampai
maut yang memisahkan. Karena itu dalam situasi paling buruk sekalipun jangan cepat
menuduh dan menyalahkan Tuhan, coba koreksi diri sendiri, apakah kesulitan ini dari
Tuhan atau akibat kesalahan sendiri?

0 komentar:

Posting Komentar